Orang Yang Tinggi Ilmunya atau Orang yang Beradab???
Oleh Feby Andrizal Putra
Adab dan ilmu kedua-duanya memang penting, namun di sini saya akan mengulang kembali apa yang sudah disampaikan oleh Nabi kita, Rasulullah Muhammad SAW, dalam sabdanya: "Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan." Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Mujaadilah ayat 11 yang artinya: "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." Jadi, keutamaan manusia dari makhluk Allah lainnya terletak pada ilmunya.
Lalu, bagaimana dengan adab atau kesopanan? Rasulullah dalam sabdanya menyampaikan: "Sesungguhnya seorang hamba yang derajatnya paling tinggi dan yang mulia karena akhlaknya baik dalam hal ibadah." (HR. Thabrani).
Setelah melihat dan memahami firman Allah SWT serta sabda Rasulullah Muhammad SAW, tentu kita bisa simpulkan bahwa antara adab dan ilmu pengetahuan keduanya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.
Al-adabul fauqol ilmi artinya: Adab itu lebih tinggi derajatnya daripada ilmu. Ini adalah poin penting yang perlu kita ingat selalu. Seseorang akan menjadi pribadi yang beradab apabila mampu menempatkan dirinya pada sifat kehambaan yang hakiki.
Jika kita memiliki ilmu namun tidak beradab, itu berarti ilmu yang kita miliki tidak mampu mendidik diri kita sendiri. Sebaliknya, seseorang yang beradab meskipun tidak terlalu berilmu, tetap dipandang lebih baik dibandingkan orang yang berilmu tinggi namun meninggalkan adabnya.
Apabila manusia hanya mengandalkan ilmunya saja, sudah banyak contoh kerusakan di muka bumi ini akibat kemajuan ilmu pengetahuan yang disalahgunakan. Hal ini terjadi karena manusia menjadi sombong dan semena-mena, baik terhadap sesama manusia maupun makhluk hidup lainnya, termasuk merusak alam dan melanggar perintah serta larangan Allah SWT.
Oleh karena itu, sangat tepat apa yang disampaikan oleh Syekh Abdul Qadir Al Jailani: "Aku lebih menghargai orang-orang yang beradab daripada orang yang berilmu. Kalau hanya berilmu, iblis pun lebih tinggi ilmunya daripada manusia." Hal ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa iblis pun memiliki ilmu, namun ia terusir karena tidak memiliki adab.